Posts Tagged ‘Sentani’

The Celebration of May Integration in Papua is Successful

May 5, 2008

Celebration

Happiness, energetic and enthusiastic are three words that come to mind when describing Papuan community to commemorate the West Papua integration day (NKRI) on May 1, 2008. As we know, they have been two week to prepare and welcome the historical day such as race walking followed by thousands of participants. This year, the commemoration day on May 3 at Mandala square is the first and biggest one because it was usually celebrated modestly. The postponement till two days from the exact date was caused on May 1 is coincided with Labor Day and Ascension of Jesus and on May 2 along with the holiday. The other activities will also adorn this torque are the people’s party at Sentani Lake which performs some regional art and dance, the meditation night at Imbi Garden Jayapura, the student’s visit to the leading figures of Papuan heroes, pilgrimage to heroes cemetery (TMP) at Waena and TMP Marthen Indey at Kertosari and people’s entertainment. The Sentani lake is one of the very monumental lake during May 1, 1963 because Harapan Village in Sentani was a place where Netherlands handed over West Papua to NKRI (President Soekarno).

According to Chairman of Commemoration Committee Dandim 1701/Jayapura Lt Col Kav.A.H Napoelon, the main goal to commemorate the torque on a large scale is to inspire the spirit of nationalism and patriots and to invite all of community’s components to recall again heroic history, and also want Papua to became the hope of the nation in the future. “On May 1 as the date of the West Papuan integration to the NKRI is the pillar of the struggle history of the Indonesian nation to expel colonizers from Indonesia motherland . It means that the sovereignty and unity of the Indonesian nation from Sabang to Merauke were realized,” he said after visiting to Hero Cemetery at Waena on Tuesday, April 29 2008.

As the peak of the celebration is the large scale ceremony (similar with Independence Day celebration of August 17 including waving red white flags) at Mandala square on May 3, 2008. Those activities are followed by all of the community’s component such as polices/armies, Papuan leading figures, public figures, religious figures, young men and women generation, as well as students. Papuan Governor Barnabas Suebu, SH in his opening speech red by his secretary (Sekda) Drs. Tedjo Soeprapto,”The history book of West Papua integration will be used a mandatory local curriculum so it will be taught since Elementary until Senior High School. Interestingly, the personnels who wave a red-white flag uniformize Papuan traditional. Chairman of Young Generation Forum for West Papua Liberation Nico Maury proposes to Centrak Government to determine May, 1 as the integration Day and celebrated in all over Indonesia from Sabang to Merauke. The similar statement is also mentioned by an NKRI Papuan leading figure Ramses Ohee. We also agree and support that National Integration Day (Hari Keutuhan Nasional) is a must be commemorated by all Indonesian people from Sabang to Merauke. (Pick and Choose from many sources).

 

 

Advertisements

Hari Keutuhan Nasional : Peringatan ke-45 Kembalinya Irian Barat (Papua) ke NKRI.

May 2, 2008

Antusias masyarakat Papua (Papua dan West Papua) untuk memperingati hari kembalinya Irian Barat pada 1 Mei 2008 terlihat sangat besar sekali. Sejak dua pekan lalu  gema kegiatannya sudah terlihat, seperti lomba gerak jalan yang telah diikuti oleh ribuan peserta dari semua kalangan.  Memang peringatan kembalinya Irian Barat (Papua)  kali ini yang akan dilaksanakan pada 3 Mei di Lapangan Mandala adalah yang pertama kalinya diselanggarakan secara besar-besaran.  Penundaan hingga 2 hari dari tanggal yang semestinya dikarenakan pada 1 Mei bertepatan dengan hari buruh dan hari libur kenaikan Isa Almasih dan  pada 2 Mei bersamaan dengan libur cuti.  

Kegiatan lain juga bakal menyemarakkan momen tersebut adalah pesta rakyat di Danau Sentani dengan menampilkan beberapa kesenian dan tarian rakyat,  malam renungan di Taman Imbi Jayapura, anjangsana pelajar ke para tokoh pejuang Papua, ziarah ke TMP di Waena dan TMP Marthen Indey di Kertosari dan juga hiburan rakyat.  Sebagai puncak peringatan adalah upacara secara besar-besaran (seperti peringatan 17 Agustus termasuk pengibaran merah putih) di Lapangan Mandala. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh komponen masyarakat, baik TNI/Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta para pelajar dan Mahasiswa.

Menurut Ketua Panitia Peringatan Kembalinya Irian Barat ke NKRI Tingkat Provinsi Papua Dandim 1701/Jayapura Letkol Kav. A.H Napoelon,  tujuan utama diperingatinya momen itu secara besar-besaran adalah untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air dan mengajak semua komponen masyarakat untuk mengenang kembali peristiwa heroik, dan juga ingin Papua ini menjadi harapan bangsa Indonesia ke depan. “1 Mei sebagai hari kembalinya Irian Barat ke Pangkuan NKRI merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia mengusir penjajah dari bumi pertiwi dengan ditandai kembalinya Irian Barat ke NKRI. Ini berarti bahwa kedaulatan dan keutuhan Bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke telah terwujud,” katanya seusai mengikuti ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Waena pada  Selasa 29 April 2008.

Danau Sentani termasuk salah satu wilayah yang sangat monumental saat 1 Mei 1963. Dimana saat Belanda menyerahkan Irian Barat ke NKRI Presiden Soekarno mencanangkan pertama kalinya di Kampung Harapan, Sentani.  Di tengah rangkaian upacara itu, para mantan pejuang akan membacakan ikrar agar 1 Mei dijadikan hari libur nasional yakni sebagai hari keutuhan nasional. Mengapa demikian, sebab saat 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia memproklamirkan sebagai Hari Kemerdekaan, Irian Barat ini masih ditahan dan dijajah Belanda. Selanjutnya pada 1 Mei 1963, Indonesia yang tadinya hanya dari Sabang sampai Maluku, wilayahnya sudah utuh yakni meliputi dari Sabang sampai Merauke dengan ditandai kembalinya Irian Barat (Papua) ke NKRI. Hari Keutuhan Nasional wajib diperingati seluruh Bangsa Indonesia dari sabang sampai Merauke.