Archive for the ‘Food and Beverages’ Category

Chicken Barapen ala Walesi

February 12, 2010

Chicken Barapen is one of the most famous Papuan food. Walesi is a name of tribe in Wamena Papua.  They change pork with chicken because many Wamena people are Moslem. The method of cooking is using burnt stone beforehand putting into a drum that is buried in the land. Afterwards, put sweet potatoes, and vegetables on it one by one.  Then put chicken with spice, pour oil on chicken, vegetables, and sweet potatoes evenly.  After that, close the drum by thick plastic heat-resistant.  …….Now, the food is ready to serve.

Advertisements

Genyem calls you guys to work at our farm

February 9, 2010

Jayapura is the widest area for plating cocoa in Papua.  This regency has 6,177 Ha followed by Kaerom 5,058 Ha, Nabire 2,937 ha. However, due to shortages and the political situation, cocoa production in Jayapura decline so drastically.  Another cause is many young men have left the village and work in the city to build infrastructure and the political situation.

We are Papuan hoping that you, guys, please poor our girls working alone. Accompany them and come back to farm and restore the glory Genyem Cacao plantations.

Ubi Jalar (Petatas) dan Keladi (Kastela) makanan khas Papua yang akan Go Public

February 20, 2008

Tanaman ubijalar (petatas) dan keladi (kastela) merupakan makanan khas masyarakat pedalaman Papua dan masyarakat Papua umumnya.  Olah karenanya sangat tepat jika  Direktris Yayasan Honai Timika Ibu Anastasia Takage, SA.g  mengembangkan dua tanaman yang merupakan makanan pokok masyarakat gunung ini, sebagai tanaman yang mempunyai nilai jualannya sangat tinggi, seperti dikatakannya pada Rabu 13 Pebruari 2008. Sebagai anggota dewan, juga sebagai anak Papua pedalaman, Ibu Anastasia mengaku merasa terpanggil untuk mengembangkan dua jenis makanan pokok suku pedalaman ini menjadi makanan khas berkualitas tinggi dan disajikan pada semua momen acara besar atau kecil di daerah ini.   

 Yam vs. sweet potato

“Kehidupan masyarakat Papua terutama masyarakat pedalaman, dengan adanya modernisasi perlahan-lahan orang mulai lupa dengan makanan khas yang merupakan warisan nenek moyang ini. Bagi Yayasan Honai melihat ini sangat menarik, sehingga kedua tanaman ini perlu ada program budidaya dengan persemaian yang baik sehingga hasilnya mempunyai kualitas yang tinggi, dan sebagai makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi pula,” kata Ibu Anastasia yang juga Ketua Dewan Kehormatan DPRD Kabupaten Mimika ini.Untuk membudidayakan kedua tanaman ini, Yayasan Honai bekerjasama dengan beberapa kepala kampung yang ada di beberapa Satuan Pemukiman (SP-SP). Para kepala kampung telah memberi 3 hektare lahan, yang kemudian kelompok-kelompok ibu-ibu yang ada pada kampung tersebut mengelola lahan ini sebagai kebun percontohan. Melalui kebun percontohan ini, maka ke depan lahirlah petani-petani petatas dan keladi yang secara rutin menghasilkan petatas dan keladi dalam jumlah yang begitu banyak. Petatas dan keladi yang dihasilkan oleh kelompok ibu-ibu maupun dari lahan-lahan secara pribadi itu, akan dibeli oleh Yayasan Honai yang selanjutnya akan dipasarkan keluar Timika. Informasi yang beredar, lanjut Anastasia di Nabire akan dibangun sebuah Pabrik Tepung Tapioka. 

Bila rencana tersebut terealisasi dalam beberapa tahun ke depan ini, jelas mereka akan membutuhkan stok atau pasokan singkong, keladi, petatas dari mana saja dalam jumlah yang banyak.  Selanjutnya,  Petatas dan Keladi memang tidak hanya menjadi makanan khas orang Papua yang mempunyai nilai gizi, protein, dan mineral yang tinggi, namun melengkapi referensi makanan khas Indonesia.

Tentacles at Tokyo Tsukiji Fish Market

January 29, 2008

These tentacles at Tokyo’s Tsukiji fish market.  I imajine if we can get it at at Green View Restaurant Jayapura which serves a lot of seafood and Chinesfood. By the way  don’t forget to taste DEER HOT PLATE.