Archive for December 2008

Terbujuk Janji Palsu Herman Wainggai

December 17, 2008

Seorang lagi yang terbujuk janji palsu Herman Wainggai Siti Wainggai, warga asal Papua, telah tiba kembali ke Indonesia setelah berada di Vanuatu selama hampir tiga tahun. Ia ditelantarkan oleh Herman Wainggai di Vanuatu dan terdampar di sana. Siti Wainggai adalah isteri dari Yunus Wainggai, pria asal Papua yang merupakan bagian dari kelompok pencari suaka ke Australia dan telah terlebih dahulu kembali ke Indonesia bersama putrinya, Anike Wainggai, pada 29 Nopember 2008. Siti Wainggai mengatakan kepulangannya merupakan inisiatif pribadi. Pernyataan tersebut diperkuat oleh suaminya, Yunus Wainggai, melalui surat yang disampaikan kepada Pemerintah Indonesia. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengemukakan “Pemerintah Indonesia telah menanggapi secara positif permintaan Siti Wainggai untuk berkumpul kembali bersama suami dan putrinya. Pemerintah melalui koordinasi dengan Pemerintah Vanuatu, telah memfasilitasi kepulangan yang bersangkutan ke tanah air,” ujarnya di Jakarta pada 16 Desember 2008. Ditambahkannya bahwa kepulangan Siti Wainggai telah menunjukkan bahwa telah terdapat tipu daya dan janji-janji yang tidak dipenuhi oleh Herman Wainggai dan kelompoknya. Yunus berserta istri dan anaknya adalah bagian dari 43 orang WNI asal Papua yang mencari suaka politik ke Australia. Sebelum keluarga Yunus, juga telah kembali ke Indonesia, Hana Gobay asal Merauke dan Yubel Kareni asal Serui yang didorong oleh rasa kecewa mereka atas janji-janji dan keterangan palsu Herman Wainggai dan kelompoknya kepada mereka.

Advertisements

Pengangkatan 144 CPNS di Papua

December 17, 2008

Sebanyak 144 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah Kabupaten Jayawijaya, pada Selasa 15 Desember 2008 menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil untuk formasi 2007 di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jayawijaya,” Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jayawijaya, Drs. Ismail Rumbiak menjelaskan.

Penandatanganan MoU antara UNIPA dengan WWF

December 17, 2008

Universitas Negeri Papua (UNIPA) dan World Wildlife Fund (WWF) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk kerjasama bidang penelitian dan pengembangan (Litbang ) serta pengelolaan sumberdaya alam. Penandatangan MoU itu dilakukan Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Dr. Mubariq Ahmad dan Rektor UNIPA, Ir. Yan Pieter Karafir, MEc di Kampus UNIPA,Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat, Jumat (12/12)
Turut hadir pada kesempatan itu, kepala-kepala dinas terkait di Propinsi Papua Barat, Kepala Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih, para Pembantu Rektor dan Dekan Universitas Negeri Papua dan Direktur WWF-Indonesia Region Sahul.
WWF-Indonesia mulai bekerja di Indonesia pada awal 1960-an melakukan penelitian pada spesies mamalia, khususnya badak dan harimau di Jawa dan Sumatera yang terancam punah. Kegiatan ini kemudian berkembang menjadi upaya konservasi hutan habitat satwa-satwa tersebut. Pada April 1998, berubah menjadi WWF-Indonesia; organisasi nasional Indonesia dengan bentuk yayasan.
WWF-Indonesia merupakan bagian independen dari jaringan global WWF dan afiliasinya yang bekerja di 110 negara di dunia. Kantor sekretariat WWF-Indonesia memimpin dan mengoordinasi 23 kantor lapangan dengan lebih dari 300 staf. Upaya konservasi WWF-Indonesia saat ini dilakukan di kawasan-kawasan lindung di 16 propinsi di Indonesia
Sedangkan UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih yang disahkan pada 03 Nopember 2000 dengan keputusan Presiden RI No. 153 Tahun 2000 dan diresmikan oleh DirJen Pendidikan Tinggi pada 28 Juli 2001.
Kampus Utama Universitas Papua terletak di Manokwari dan lokasi lainnya terletak di Sorong dan Paniai. Universitas Negeri Papua adalah universitas negeri kedua di Tanah Papua dan memiliki 6 fakutas, 4 pusat studi dan lembaga pengabdian pada masyarakat.

Development of Sarmy Regency

December 9, 2008

This year, Jayapura – Sarmi can be reached through land transportation after 4 bridges at Biri, Toarin, Dier and Toor river connecting the two regencies are finished to be built. Up to now, two regencies can only be reached trough sea and air services. Besides, transportation Sarmi regency is also focusing on development of 1000 houses both for public and civil servants . In 2007, the government has built 400 houses, and in 2008 built 600 houses as well as some schools and health facilities.

The capital city of Sarmi regency is Sarmi. Sarmy regency has an area of 35.587 km2 divided into 8 districts.

Sarmi Map

Sarmi Map