Unwanted Incident at Wamena

CendrawasihPostDoc

Two perpetrators (AW and AH) make use of the International Day of the World’s Indigenous People  by flying several flags beside Red and White flag in Sinapuk public square at Wamena on Saturday, August 9 2008. In this opportunity, one of the residents named Otinus Tabuni was shot dead by unknown person.  Related to this incident, several public figures and the head of ethnic groups such as  Baliem Valley leaders have criticized the celebration resulting in fatality.  

One of its representatives stated that,” We,  public figures and heads of Papuan groups, are NKRI’s supporters and asked apparatus to carry out the process of law enforcement to the perpetrators and Papuan Traditional/Tribal Council (DAP) as well as their executive’s committee, because they were thought to be responsible towards an accident.  The similar statement also revealed by the General Secretary of the Papuan Tribal Council (DAP) Leo Imbiri that,  his side really regretted the incident.  All Papuan leaders and people believe  NKRI is non-negotiable and final and any efforts and views which are contrary to it are absolutely wrong. 

Casualty’s body of  Opinus Tabuni was still on the autopsy done by dr. Edward and dr. Reyal from RSUD Wamena,  and law enforcement was carried out by police by investigating nine people, committee and West Papua Interest Asociation (WPIA).  “On behalf of Papua polices, we express our condolences on the death of Otinus Tabuni from Piramid village, Distrik Asologaima,” Papuan Regional Police Chief  Bagus Ekodanto as saying.

 

 

(Indonesia version)

Kejadian yang Tak Diiginkan di Wamena

 

Dua orang perusuh (belakangan diketahui AW dan AH)  telah memanfaatkan hari internasional pribumi sedunia dengan mengibarkan sejumlah bendera di samping bendera Merah Putih di lapangan Sinapuk Wamena pada Sabtu, 9 Agustus 2008.  Dalam kesempatan tersebut, salah satu warga bernama Otinus Tabuni tertembak oleh orang tak dikenal.  Terkait kejadian tersebut,  sejumlah tokoh masyarakat dan kepala suku yang ada di Lembah Baliem mengecam keras perayaan hari internasional pribumi se dunia yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa.

Salah seorang wakil mengatakan,”Para tokoh masyarakat dan kepala suku selaku pendukung NKRI minta kepada aparat untuk melakukan proses penegakan hukum kepada para pelaku dan pengurus Dewan Adat Papua (DAP) serta panitia pelaksana (panpel), karena mereka dinilai bertanggungjawab terhadap perayaan tsb, dan kita akan laksanakan itu,”. Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Umum Dewan Adat Papua (DAP), Leo Imbiri bahwa, pihaknya sangat menyayangkan peristiwa pengibaran bendera bintang kejora pada perayaan hari internasional bangsa pribumi se dunia tersebut. Semua pemimpin Papua dan rakyatnya percaya NKRI adalah harga mati dan tidak dapat dibantah, dan setiap upaya dan pandangan yang bertentangan dengannya adalah salah.

Jenazah korban Opinus Tabuni masih dilakukan otopsi dr. Edward dan dr. Reyal dari RSUD Wamena. Penegakan hukum telah dilakukan oleh polisi dengan memeriksa 9 orang, panitia dan para pengurus West Papua Interest Asociation (WPIA). “Yang paling utama atas nama jajaran kepolisian di Papua, kami ikut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah seorang warga masyarakat bernama Otinus Tabuni dari kampung Piramid, Distrik Asologaima yang hadir dalam perayaan tersebut,”tambah Kapolda  Papua Bagus Ekodanto.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: