West Papua Monitor

WPP, 1 Februari 2008. Upaya gerakan papua merdeka untuk menarik simpati massa sekaligus untuk raising fund tampaknya belu berhenti. Hal ini terungkap dari dua wanita Jayapura, Papua Barat yang ditemukan sedang membuat tas dan selanjutnya menjualnya. Pada 17 Januari 2008 polisi mendapati dua wanita tersebut masing-masing bernama Yohana Pekei dan Nelly Pigome.  Mereka  membuat noken/yum (tas Papua berlambang bintang) dan menjualnya dengan alasan untuk mendapatkan beberapa peni (rupiah) guna menunjang kehidupan keluarga mereka. Sejauh ini belum didapatkan informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Sementara itu, proposal Perdana Menteri PNG Michael Sumare untuk memperlunak larangan-larangan di perbatasan antara Indoensia- PNG mendapat sambutan dari Father Neles Tebay, seorang pemimpin gereja Diosis Katolik Jayapura. Ia mengatakan orang papau sepatutnya bergerak secara bebas melewati tapal batas karena mereka adalah sama-sama orang Melanesia. Permintaan Michael Somare tersebut disampaikan kepada Presiden Indonesia Susilo Yudhoyono pada konferensi ‘climate change’ di Bali. Father Neles juga meminta pengurangan jumlah tentara di wilayah perbatasan dengan alasan kehadiran mereka menyebabkan rasa takut dan akibatnya orang tidak bergerak dengan bebas.

Adapun di Inggris,  pada 10 Januari 2008 segelintir aktifis Free West Papua Campaign mengundang masyarakat Oxofod untuk menyamput tahun baru.  Dalam kesempatan itu, Benny Wenda mengucapkan terimakasih kepada Walikota Oxford yang telah mengijinkan pengibaran Bintang Kejora selama 4 hari di Kantornya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: