Archive for January 29th, 2008

Tentacles at Tokyo Tsukiji Fish Market

January 29, 2008

These tentacles at Tokyo’s Tsukiji fish market.  I imajine if we can get it at at Green View Restaurant Jayapura which serves a lot of seafood and Chinesfood. By the way  don’t forget to taste DEER HOT PLATE.  

Advertisements

Investor Terkendala Hak Ulayat dan Birokrasi

January 29, 2008

West Papua Point (WPP).  Papua, 28 Januari 2009.  Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (HIPMI) Papua, Andi Rukman Nurdin, mengatakan,” Mendatangkan investor ke suatu daerah tidak mudah, namun apabila sudah ada 1 investor mulai berkarya di suatu daerah, maka hal tersebut akan menjadi bahan pertimbangan investor lainnya masuk ke daerah tersebut maka dampaknya akan menjadi multi efek kepada usaha-usaha lainnya yang dapat memajukan perekonomian menuju Papua Baru,” katanya sebelum membuka rapat pleno BPD HIPMI Papua, di Swiss Bel Hotel Papua pada Ahad 27 Januari 2008.

Menurutnya, 3 tahun yang lalu, BPD HIPMI Papua mengajak 14 investor ke Papua, namun sekitar 6 bulan dari itu seperti Group Samporna dan Bentol Group tidak melanjutkan investasinya di Papua dengan alasan kendala “birokrasi dan masalah hak ulayat”. Oleh karenanya untuk mengatasi masalah tersebut, saat ini sedang disusun perdasi dan perdasusnya, sehingga diharapkan dalam waktu dekat ini sudah dapat disahkan. Dengan demikian dapat memberikan kejelasan dan batasan mana yang harus dilakukan investor dalam berinvestasi di Papua.   

Kepengurusan Andi Rukman Nurdin sebenarnya berakhir pada 24 November 2007, namun diberi tenggang waktu sampai 3 bulan ke depan sampai terbentuknya pengurus baru. Sejak kiprahnya di Papua pada 1983, BPD HIPMI Papua sampai 2008 ini telah memiliki 20 cabang Se Provinsi Papua dan sampai 2008 telah melakukan pergantian kepengurusan sampai 8 kali, dimana 1 periode jabatan kepengurusan berlangsung selama 3 tahun.  Sebagai penggantinya yang sudah ditetapkan secara lisan yaitu Max R. Krey, Syahril Hasan, Lutfi Arisandi dan bahlil LHD, masih harus melakukan road show ke daerah-daerah sebelum pemilihan dimulai, sebab yang akan menentukan Ketua Umum BPD HIPMI Papua adalah mereka-mereka yang ada di daerah. Siapapun penggantinya harus didukung dan dapat tetap menjalin kerjasama dengan elemen-elemen lainnya baik yang ada di Papua maupun di luar daerah.

Para Pendukung Free West Papua

January 29, 2008

Beberapa anggota parlemen dan gereja di Australia yang terlibat dalam mendukung Papua merdeka diantaranya Greg Sword (anggota parlemen tingkat negara bagian Melbourne dari Partai Buruh), Senator Kerry Nettle (anggota parlemen dari Partai Hijau),  Senator Andrew Barlet (Partai Demokrat Australia), Bob Brown (Ketua Partai Hijau Australia dan senator), demikian yang dinyatakan pada 6 April 2006 oleh Komisi I DPR Effendi Simbolon.

Pada 25 Oktober 2000, Direktur Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, John Rumbiak menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) dengan Greg Sword yang intinya mereka mendukung setiap gerakan separatis Papua.  Sejak tahun 2000, Bob Brown aktif memotori terbentuknya Parliamentary Group on West Papua. Pada 2003, Bob mengkampanyekan masuknya beberapa submisi kepada parlemen Australia dengan mengangkat pelurusan sejarah Irian Jaya dan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Irian Jaya.  Adapun Senator Kerry Nettle terlibat memperjuangkan suaka politik bagi 42 warga Papua. Bahkan, pada 2 April 2006 Nettle mendapatkan penghargaan “Mahkota Papua” dari kelompok pro-separatis di Sydney.   Sedangkan, Senator Andrew Barlet mendukung kampanye penentuan nasib (self determination) bagi rakyat Irian Jaya. Barlet juga pernah mengirimkan surat kepada Sekjen PBB untuk meninjau kembali keabsahan Pepera 1969.

Parliamentary Group on West Papua yang dimotori oleh Bob Brown juga didukung oleh organisasi internasional seperti Asia Pacific Human Rights Network (APHRN), West Papua Action Australia (WPA-A), Action in Solidarity With East Timor (ASIET), Australian Council for Overseas Aid (ACFOA), East Timor Action Network (ETAN) dan The Centre for People and Conflict Studies The Unversity of Sydney. Lembaga yang terakhir itu memiliki proyek yang disebut West Papua Project (WPP) dan dipimpin oleh Prof Stuart Rees, seorang peneliti dan penulis tentang Indonesia.  Prof Denis Leith juga turut memberikan dukungan terhadap pro kemerdekaan Papua dengan cara membantu penggalangan dana bagi WPP.

Sedangkan dari media massa Australia antara lain Christ Richard, seorang redaktur New Internationalist Magazine, Australia, aktif membantu penyelenggaraan seminar tentang Papua di Australia. Salah satu seminar yang pernah diselenggarakan di Gedung Dewan Serikat Buruh, di Victoria pada 25-26 Februari 2003 adalah bertajuk West Papua Features. Selain nama-nama dan organisasi di atas terdapat nama-nama Duncan Ken (anggota parlemen Australia dari Tasmania), Susan Conely (Persekutuan Gereja Australia), John Barr (bekas Ketua United Church).

Pada 2 April 2006 baru lalu, bendera “Bintang Kejora” dikibarkan oleh West Papua Association (AWPA) di Sydney. Pengibaran bendera itu dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta. Sementara itu, Partai Liberal Australia  partainya John Howard masih konsisten mendukung kedaulatan NKRI.